Beranda » Properti » Biaya Pembuatan PBG Terbaru 2026: Rumus, Syarat, dan Estimasi Resmi

Biaya Pembuatan PBG Terbaru 2026: Rumus, Syarat, dan Estimasi Resmi

  • account_circle
  • calendar_month 24 March 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Biaya Pembuatan PBG Terbaru

Mencari biaya pembuatan PBG terbaru sering berujung pada jawaban yang membingungkan. Ada yang menyebut ratusan ribu. Ada yang menyebut jutaan rupiah. Ada juga yang langsung menawarkan jasa pengurusan tanpa menjelaskan dasar hitungnya. Padahal, biaya PBG tidak memakai satu tarif nasional yang sama untuk semua bangunan. Sistem resminya memakai formula retribusi. Nilainya dipengaruhi luas bangunan, indeks lokalitas, standar harga satuan tertinggi, fungsi bangunan, klasifikasi, dan kondisi bangunan terbangun. SIMBG juga menegaskan bahwa perhitungan retribusi dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan bisa dicek lewat kalkulator retribusi.

Itu sebabnya, orang yang membangun rumah tinggal sederhana di satu kota bisa membayar jauh lebih rendah dibanding pemilik ruko, restoran, gudang, atau bangunan bertingkat di daerah lain. Perbedaan ini bukan semata karena luas bangunan. Pemerintah daerah juga memegang peran karena retribusi PBG ditetapkan dalam kerangka aturan daerah yang mengikuti ketentuan PP No. 16 Tahun 2021. Buku resmi DJPK Kementerian Keuangan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung.

Agar tidak salah paham, Anda perlu memisahkan dua hal. Pertama, biaya resmi PBG berupa retribusi daerah. Kedua, biaya pendukung yang sering muncul di lapangan, seperti penyusunan gambar teknis, perhitungan struktur, revisi dokumen, atau pendampingan pengajuan bila Anda tidak mengurus sendiri. Retribusi resmi punya dasar formula yang jelas. Sementara biaya pendukung muncul dari kebutuhan menyiapkan dokumen teknis yang memang diwajibkan dalam proses PBG.

Artikel ini disusun dengan struktur SEP. Bagian S menjawab maksud pencarian secara cepat. Bagian E memberi edukasi yang akurat dan mudah dipahami. Bagian P menutup dengan arahan praktis agar Anda bisa mengambil keputusan tanpa salah hitung.

S. Search Intent

Apa itu PBG dan kenapa sekarang menggantikan IMB?

PBG adalah persetujuan bangunan gedung yang diberikan kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan gedung sesuai standar teknis bangunan gedung. Secara praktik, PBG adalah pengganti IMB. Perubahan nomenklatur dari IMB ke PBG sudah dijelaskan dalam materi resmi pemerintah, dan layanan ini dijalankan melalui sistem nasional SIMBG. Dalam penjelasan resmi pemerintah, PBG berfungsi memastikan bangunan legal, memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan, serta mendata keberadaan rencana bangunan gedung.

Bagi pemilik rumah, pelaku usaha, pengembang, dan investor properti, perubahan dari IMB ke PBG bukan sekadar ganti nama. Pola izinnya ikut berubah. Fokus utamanya tidak lagi hanya pada izin administratif, tetapi pada pemenuhan standar teknis. Buku resmi DJPK menjelaskan bahwa PBG menekankan pemenuhan standar teknis bangunan gedung, sementara pengaturan nasionalnya memakai NSPK yang berlaku di seluruh Indonesia. Artinya, struktur hitungnya seragam secara nasional, tetapi nominal akhirnya tetap bisa berbeda antar daerah.

Biaya PBG terbaru, apakah ada tarif nasional?

Jawaban singkatnya tidak ada tarif nasional tunggal. Yang ada adalah rumus resmi retribusi PBG. Pemerintah menyediakan sistem SIMBG untuk menghitung estimasi berdasarkan variabel yang berlaku. Karena itu, pertanyaan seperti “berapa biaya PBG rumah?” tidak bisa dijawab akurat tanpa mengetahui luas, fungsi, jumlah lantai, klasifikasi bangunan, dan lokasi bangunan. Bahkan indeks lokalitas saja bisa memengaruhi hasil akhir, dan dalam pedoman resmi DJPK disebutkan bahwa nilainya ditetapkan paling tinggi 0,5 persen.

Kalau Anda membaca informasi yang menyebut satu angka baku untuk seluruh Indonesia, Anda perlu hati-hati. Informasi seperti itu biasanya hanya contoh simulasi, bukan tarif final. Buku resmi DJPK memang memberi contoh perhitungan untuk rumah tinggal dan gedung restoran, tetapi contoh itu dipakai untuk menjelaskan metode hitung. Bukan untuk menetapkan tarif nasional yang berlaku untuk semua orang.

Faktor utama yang menentukan biaya pembuatan PBG terbaru

Ada beberapa variabel yang paling menentukan. Pertama, luas total lantai. Kedua, indeks lokalitas. Ketiga, SHST atau standar harga satuan tertinggi. Keempat, indeks terintegrasi yang dipengaruhi fungsi dan klasifikasi bangunan. Kelima, indeks bangunan gedung terbangun. Jika bangunan yang diajukan berupa prasarana bangunan gedung, struktur hitungnya juga berbeda. Semua komponen ini disebut secara resmi dalam pedoman retribusi PBG.

Dari sisi proses, pemerintah daerah memproses permohonan PBG dan PBG diterbitkan sesuai kewenangan pemerintah dengan batas waktu paling lambat 28 hari kerja, tergantung fungsi dan klasifikasi bangunannya. Ini penting karena fungsi dan klasifikasi tidak hanya memengaruhi waktu proses, tetapi juga memengaruhi nilai retribusi. Jadi, rumah tinggal sederhana satu lantai jelas tidak bisa disamakan dengan bangunan usaha tiga lantai.

E. Edukasi

Rumus resmi biaya retribusi PBG

Pedoman resmi DJPK menjelaskan bahwa tarif retribusi PBG untuk bangunan gedung dihitung dengan rumus: Luas Total Lantai atau LLt dikalikan Indeks Lokalitas atau Ilo, dikalikan SHST, dikalikan Indeks Terintegrasi atau It, lalu dikalikan Indeks Bangunan Gedung Terbangun atau Ibg. Rumus ini menjadi dasar paling penting untuk memahami biaya pembuatan PBG terbaru. Tanpa memahami rumus ini, orang sering mengira semua biaya PBG ditentukan secara kira-kira, padahal tidak demikian.

See also  Masalah Umum dalam Sertifikat Warisan

Mari kita uraikan secara sederhana. Luas total lantai berarti total area bangunan yang dihitung. Indeks lokalitas adalah koefisien yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan batas paling tinggi 0,5 persen. SHST adalah standar harga satuan tertinggi yang dipakai dalam perhitungan. Indeks terintegrasi mencerminkan fungsi dan parameter klasifikasi bangunan. Indeks bangunan gedung terbangun melihat kondisi bangunan dalam konteks pengenaan retribusi. Kombinasi semua unsur inilah yang membuat nominal PBG berbeda antara satu objek dan objek lainnya.

Hal lain yang sering luput dipahami adalah apa yang sebenarnya dibayar lewat retribusi PBG. Dalam pedoman resmi, retribusi PBG dikenakan atas penerbitan PBG dan SLF yang meliputi layanan konsultasi pemenuhan standar teknis, penerbitan PBG, inspeksi bangunan gedung, penerbitan SLF, SBKBG, serta pencetakan plakat SLF. Jadi, retribusi resmi bukan sekadar “biaya stempel izin”, tetapi bagian dari rangkaian layanan penyelenggaraan bangunan gedung.

Kenapa biaya PBG bisa berbeda di setiap daerah?

Biaya PBG berbeda di setiap daerah karena variabel lokal memang ikut dihitung. Pedoman retribusi PBG memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menetapkan indeks lokalitas dan mengatur retribusi dalam perda. Selain itu, SHST yang dipakai juga ditetapkan berdasarkan mekanisme yang relevan dengan daerah. Akibatnya, rumah dengan luas sama di dua kota yang berbeda belum tentu menghasilkan retribusi yang sama.

Perbedaan juga muncul karena fungsi bangunan tidak sama. Rumah tinggal, bangunan usaha, bangunan sosial budaya, bangunan keagamaan, dan bangunan khusus memiliki bobot fungsi yang berbeda dalam indeks terintegrasi. Di dalam tabel indeks terintegrasi resmi, fungsi dan klasifikasi bangunan memiliki bobot serta parameter yang memengaruhi hasil akhir. Semakin kompleks bangunannya, semakin besar potensi nilai indeksnya.

Jumlah lantai ikut mengubah hasil hitung. Dalam pedoman retribusi resmi, koefisien jumlah lantai menjadi bagian dari parameter klasifikasi bangunan. Itu sebabnya rumah 1 lantai, rumah 2 lantai, dan bangunan usaha 3 lantai tidak bisa disamakan meskipun berdiri di lokasi yang sama. Semakin tinggi dan semakin kompleks bangunannya, semakin besar peluang indeks terintegrasi naik.

Syarat dokumen yang memengaruhi biaya dan lama proses

Banyak orang fokus ke angka retribusi, tetapi lupa bahwa biaya sering membesar saat dokumen awal tidak siap. Dalam penjelasan resmi SIPJAKI, pemilik bangunan harus menyiapkan data pemohon atau pemilik, data bangunan gedung, dokumen rencana teknis, dan dokumen perkiraan biaya pelaksanaan konstruksi. Dokumen rencana teknis diajukan ke pemerintah daerah kabupaten atau kota untuk memperoleh PBG sebelum pelaksanaan konstruksi, sedangkan pendaftaran dilakukan melalui SIMBG.

Dari persyaratan itu, kita bisa menarik kesimpulan praktis. Bila Anda belum memiliki gambar arsitektur, gambar struktur, spesifikasi teknis, atau dokumen lain yang diperlukan dalam rencana teknis, maka Anda hampir pasti mengeluarkan biaya tambahan di luar retribusi resmi. Ini bukan karena pemerintah mengenakan tarif tersembunyi, tetapi karena dokumen teknis memang harus ada agar pemeriksaan standar teknis bisa berjalan. Ini adalah konsekuensi logis dari syarat resmi PBG.

Untuk kegiatan usaha, OSS juga menghubungkan kebutuhan bangunan gedung dengan perizinan dasar. Dalam laman OSS, sistem menjelaskan bahwa bila kegiatan usaha membutuhkan pembangunan gedung, OSS akan memberi notifikasi kebutuhan PBG dan SLF. Ini menunjukkan bahwa PBG tidak berdiri sendiri, terutama pada bangunan yang terkait kegiatan usaha.

Cara cek estimasi biaya pembuatan PBG terbaru

Cara paling aman untuk mengecek biaya PBG adalah memakai kanal resmi, bukan menebak dari forum atau iklan jasa pengurusan. SIMBG menyediakan Kalkulator Retribusi PBG. Dari sisi prinsip, Anda perlu menyiapkan data dasar bangunan terlebih dahulu. Mulai dari fungsi bangunan, luas, jumlah lantai, lokasi, hingga klasifikasi yang relevan. Setelah variabel terisi, sistem akan memunculkan estimasi sesuai formula yang berlaku.

Langkah praktisnya bisa Anda urutkan seperti ini. Pertama, identifikasi apakah objek Anda rumah tinggal, bangunan usaha, atau kategori lain. Kedua, tentukan luas total lantai secara akurat. Ketiga, pastikan jumlah lantai dan sifat bangunan benar. Keempat, siapkan dokumen rencana teknis. Kelima, cek estimasi di SIMBG sebelum menghitung total anggaran proyek. Pendekatan ini membantu Anda membedakan biaya izin resmi dengan biaya persiapan dokumen.

Banyak pemilik bangunan justru terlambat menghitung PBG. Mereka sudah fokus pada harga material, tukang, dan desain interior, tetapi belum memasukkan retribusi dan biaya dokumen teknis ke dalam anggaran. Akibatnya, ketika masuk tahap pengajuan, mereka merasa biaya PBG mendadak mahal. Padahal masalah utamanya sering bukan di formula retribusi, melainkan pada kurangnya perencanaan awal. Ini adalah kesimpulan praktis yang sejalan dengan alur resmi pengajuan sebelum konstruksi dimulai.

Simulasi resmi rumah tinggal agar Anda punya gambaran

Dalam buku resmi DJPK, terdapat contoh rumah tinggal baru tipe 36 di kabupaten atau kota tertentu. Data contoh tersebut memakai fungsi hunian, luas total lantai 36 meter persegi, satu lantai, SHST bangunan gedung sederhana Rp5.170.000, indeks lokalitas 0,5 persen, indeks terintegrasi 0,18, dan indeks bangunan gedung terbangun 1. Hasilnya, nilai retribusi PBG pada contoh itu adalah Rp167.508.

See also  Cara Menghindari Double Selling Properti

Contoh tadi sangat berguna, tetapi Anda tidak boleh langsung memakainya sebagai patokan final untuk rumah sendiri. Angka itu lahir dari parameter contoh. Bila luas rumah Anda lebih besar, jumlah lantainya bertambah, atau daerah Anda memakai data yang berbeda, nominalnya akan berubah. Karena itu, contoh resmi lebih tepat dipakai untuk memahami logika hitung, bukan untuk menetapkan anggaran final tanpa verifikasi di SIMBG.

Buku resmi yang sama juga memberi contoh gedung restoran baru tiga lantai dengan luas 738 meter persegi dan menunjukkan hasil retribusi yang jauh lebih tinggi. Ini menegaskan satu hal penting. Fungsi usaha, jumlah lantai, dan kompleksitas bangunan sangat memengaruhi biaya. Jadi, siapa pun yang menyamakan PBG rumah tinggal dengan PBG bangunan usaha sedang menyederhanakan persoalan secara keliru.

Biaya lain di luar retribusi resmi yang perlu Anda siapkan

Saat orang bertanya tentang biaya pembuatan PBG terbaru, mereka sering hanya membayangkan retribusi daerah. Padahal dalam praktik, ada biaya pendukung yang sering muncul. Contohnya penyusunan gambar arsitektur, gambar struktur, penyesuaian dokumen, pengukuran, dan pendampingan pengajuan bila pemohon tidak mengurus sendiri. Secara resmi, pemerintah memang mewajibkan dokumen rencana teknis dan dokumen perkiraan biaya pelaksanaan konstruksi. Dari kewajiban inilah biaya persiapan teknis biasanya timbul.

Di titik ini, Anda perlu bersikap jernih. Bila Anda sudah punya tim perencana, gambar lengkap, dan data teknis yang rapi, biaya di luar retribusi bisa lebih terkendali. Sebaliknya, bila semua dokumen baru dibuat setelah pengajuan hendak dilakukan, maka biaya bisa terasa lebih berat karena Anda membayar kebutuhan teknis secara mendadak. Ini bukan tambahan tarif resmi PBG, melainkan biaya profesional untuk memenuhi syarat dokumen.

Karena itu, pendekatan paling realistis adalah membagi anggaran menjadi dua pos. Pos pertama adalah retribusi resmi PBG yang dihitung lewat formula. Pos kedua adalah biaya penyiapan dokumen teknis dan pendampingan bila diperlukan. Dengan pemisahan ini, Anda tidak akan terkecoh oleh iklan yang menampilkan angka murah tetapi tidak menjelaskan apakah angka tersebut sudah mencakup dokumen teknis atau belum.

Kesalahan yang paling sering membuat biaya terasa membengkak

Kesalahan pertama adalah mengajukan PBG tanpa menyiapkan data bangunan yang akurat. Luas bangunan, jumlah lantai, dan fungsi bangunan harus tepat sejak awal. Bila data berubah di tengah proses, Anda berisiko mengulang penyesuaian dokumen. Kesalahan kedua adalah mengira PBG bisa diurus setelah konstruksi berjalan. Padahal dokumen rencana teknis diajukan untuk memperoleh PBG sebelum pelaksanaan konstruksi.

Kesalahan ketiga adalah menyamakan pekerjaan pemeliharaan ringan dengan perubahan bangunan yang membutuhkan PBG perubahan. Pedoman resmi menjelaskan bahwa penerbitan PBG dan SLF dapat diberikan untuk pembangunan baru, bangunan yang sudah terbangun dan belum memiliki PBG atau SLF, serta PBG perubahan karena perubahan fungsi, lapis, luas, tampak, spesifikasi, dimensi komponen yang memengaruhi keselamatan atau kesehatan, perkuatan kerusakan sedang atau berat, perlindungan atau pengembangan bangunan cagar budaya, atau perbaikan bangunan di kawasan cagar budaya. Namun, PBG perubahan tidak diperlukan untuk pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan perawatan.

Kesalahan keempat adalah tidak mengecek jalur resmi. SIMBG sudah tersedia untuk proses nasional, dan pemerintah secara resmi menyatakan sistem ini dipakai untuk penyelenggaraan PBG, SLF, SBKBG, RTB, dan pendataan bangunan gedung. Jika Anda mengandalkan informasi tidak resmi tanpa memverifikasi di SIMBG, peluang salah hitung jauh lebih besar.

Kapan Anda perlu PBG baru, PBG perubahan, atau tidak perlu perubahan?

Anda perlu mengajukan PBG saat akan membangun baru. Anda juga perlu mengurusnya bila bangunan sudah terbangun tetapi belum memiliki PBG dan atau SLF. Sementara itu, PBG perubahan dibutuhkan bila ada perubahan fungsi bangunan, jumlah lapis, luas, tampak, spesifikasi atau dimensi komponen yang memengaruhi keselamatan dan kesehatan, perkuatan akibat kerusakan sedang atau berat, dan kondisi tertentu pada bangunan cagar budaya. Semua kategori itu tercantum dalam pedoman resmi retribusi PBG.

Sebaliknya, bila pekerjaan Anda hanya berupa pemeliharaan atau perawatan biasa, pedoman resmi menyatakan PBG perubahan tidak diperlukan. Ini penting karena banyak pemilik bangunan membayar pendampingan atau konsultasi yang sebetulnya tidak perlu bila jenis pekerjaannya tidak masuk kategori perubahan yang wajib PBG. Memahami batas ini bisa menghemat biaya dan waktu.

P. Persuasi

Cara menekan biaya pembuatan PBG tanpa melanggar aturan

Cara pertama adalah menghitung lebih awal. Jangan tunggu bangunan siap dibangun baru Anda mengecek PBG. Begitu konsep luas, fungsi, dan jumlah lantai sudah jelas, lakukan simulasi awal lewat SIMBG. Dengan begitu, Anda bisa memasukkan retribusi dan biaya dokumen teknis ke dalam anggaran proyek sejak awal. Ini langkah paling sederhana, tetapi justru paling sering diabaikan.

See also  Rumah Dekat Tol Serpong Strategis

Cara kedua adalah merapikan dokumen rencana teknis sejak awal. Karena PBG bertumpu pada pemeriksaan pemenuhan standar teknis, dokumen yang rapi akan membantu proses berjalan lebih efisien. Secara resmi, penyelenggaraan PBG meliputi konsultasi perencanaan dan penerbitan PBG. Dalam konsultasi perencanaan, ada tahap pendaftaran, pemeriksaan pemenuhan standar teknis, dan pernyataan pemenuhan standar teknis. Dokumen yang lemah di tahap ini berisiko memperlambat proses.

Cara ketiga adalah membedakan kebutuhan riil. Bila Anda mampu menyiapkan dokumen dan mengurus sendiri, Anda bisa fokus pada biaya resmi dan kebutuhan teknis yang benar-benar wajib. Namun bila bangunan Anda lebih kompleks, misalnya bangunan usaha bertingkat atau bangunan dengan perubahan teknis yang signifikan, memakai pendamping berpengalaman bisa lebih efisien karena mengurangi risiko koreksi berulang. Ini bukan aturan baku, melainkan keputusan praktis berdasarkan kompleksitas bangunan dan syarat pemeriksaan teknis resmi.

Cara keempat adalah memastikan klasifikasi bangunan tepat. Banyak pemohon terpaku pada luas bangunan, padahal fungsi dan klasifikasi sangat memengaruhi indeks terintegrasi. Bila sejak awal fungsi bangunan didefinisikan salah, hasil hitung dan dokumen turunannya juga bisa ikut keliru. Pada akhirnya, ini membuat biaya terasa membesar karena Anda mengulang proses teknis yang seharusnya bisa dicegah.

Kesimpulan

Biaya pembuatan PBG terbaru tidak bisa dipukul rata. Dasar resminya adalah retribusi yang dihitung dengan formula LLt x (Ilo x SHST) x It x Ibg. Karena variabelnya bergantung pada luas, fungsi, klasifikasi, lokalitas, dan kondisi bangunan, maka nominal PBG rumah tinggal, ruko, gudang, restoran, dan bangunan bertingkat akan berbeda. Pemerintah juga menyediakan SIMBG sebagai kanal resmi untuk menghitung estimasi retribusi dan menjalankan proses layanan PBG secara nasional.

Bila Anda ingin menghitung secara realistis, jangan hanya bertanya “berapa biaya PBG?”. Tanyakan juga “bangunan saya fungsi apa, luasnya berapa, lantainya berapa, lokasinya di mana, dokumen teknisnya sudah siap atau belum?”. Dari situlah Anda bisa membedakan biaya resmi retribusi dengan biaya penyiapan dokumen. Langkah ini akan membuat anggaran proyek lebih presisi dan keputusan Anda jauh lebih aman.

Bagi pemilik properti, investor, dan pelaku usaha, memahami biaya PBG sejak awal adalah bagian dari manajemen risiko. Legalitas bangunan, kelayakan fungsi, dan kesiapan dokumen tidak bisa dipisahkan. Semakin cepat Anda memahami struktur biaya ini, semakin kecil peluang proyek tertahan hanya karena salah perhitungan izin.

FAQ

1. Apakah PBG gratis?

Tidak selalu. Secara resmi, ada retribusi PBG yang dihitung berdasarkan formula. Besarnya tergantung luas bangunan, indeks lokalitas, SHST, indeks terintegrasi, dan indeks bangunan gedung terbangun. Karena itu, PBG tidak otomatis gratis untuk semua bangunan. Anda perlu cek perhitungan pada lokasi dan klasifikasi bangunan Anda.

2. Berapa biaya PBG rumah tinggal 1 lantai?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua rumah 1 lantai. Buku resmi DJPK memang memberi contoh rumah tipe 36 dengan hasil retribusi Rp167.508 pada parameter tertentu, tetapi itu hanya simulasi. Nilai aktual rumah Anda bisa berbeda sesuai luas, daerah, dan klasifikasi bangunan.

3. Apakah biaya PBG sama dengan biaya jasa pengurusan?

Tidak sama. Biaya resmi PBG adalah retribusi daerah sesuai formula resmi. Sementara biaya jasa pengurusan, gambar teknis, atau pendampingan adalah biaya tambahan yang bisa muncul bila Anda memakai bantuan pihak lain atau belum memiliki dokumen teknis yang dibutuhkan. Dokumen rencana teknis memang menjadi syarat resmi dalam pengajuan PBG.

4. PBG diurus sebelum atau sesudah bangun?

Sebelum pelaksanaan konstruksi. Penjelasan resmi SIPJAKI menyatakan bahwa dokumen rencana teknis diajukan kepada pemerintah daerah untuk memperoleh PBG sebelum pelaksanaan konstruksi, dan pendaftaran dilakukan melalui SIMBG.

5. Bagaimana cara cek estimasi biaya PBG terbaru?

Gunakan kanal resmi SIMBG karena platform ini menyediakan Kalkulator Retribusi PBG. Siapkan data bangunan seperti fungsi, luas total lantai, jumlah lantai, dan lokasi agar hasil estimasi lebih akurat.

6. Apakah renovasi rumah selalu perlu PBG perubahan?

Tidak selalu. PBG perubahan dibutuhkan untuk perubahan fungsi, lapis, luas, tampak, spesifikasi atau dimensi komponen yang memengaruhi keselamatan dan kesehatan, serta beberapa kondisi lain yang diatur resmi. Namun pekerjaan pemeliharaan dan perawatan tidak memerlukan PBG perubahan.

7. Berapa lama proses PBG?

Dalam penjelasan resmi pemerintah, PBG diterbitkan paling lambat 28 hari kerja, tergantung fungsi dan klasifikasi bangunannya. Lama riil bisa dipengaruhi kelengkapan dokumen dan proses pemeriksaan teknis.

8. Apakah bangunan usaha wajib memperhatikan PBG lewat OSS?

Untuk kegiatan usaha yang membutuhkan pembangunan gedung, OSS memberi notifikasi kebutuhan PBG dan SLF. Karena itu, pelaku usaha perlu memperhitungkan legalitas bangunan sejak awal, bukan setelah bangunan selesai.

Butuh dukungan pemasaran properti setelah legalitas dan kesiapan aset Anda tertata? Gunakan layanan jasa titip jual properti tangerang untuk membantu proses pemasaran properti Anda secara lebih terarah.

Bagikan
commentKomentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

support_agent Kontak Agen

Agen kami siap membantu Anda mendapatkan properti idaman Anda!

Eva Susanti

Eva Susanti

Head Marketing

left_panel_open
expand_less
Whatsapp Kami